Rabu, 17 November 2010

Selingkuh

Selingkuh ada dua. selingkuh fisik dan selingkuh perasaan.

Kalau hanya selingkuh perasaan aku masih bisa maafkan. Siapa yang dapat membendung perasaan? Tak ada yang bisa melarang sebuah perasaan untuk tumbuh. Asal kita bisa mengendalikan perasaan tersebut, semua akan baik-baik saja. Memendam perasaan itu baik-baik, agar tidak terjadi selingkuh fisik.

Selingkuh fisik disini, termasuk didalamnya pegangan tangan, pelukan, ciuman, apalagi melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Benar-benar keterlaluan, tidak bisa dimaafkan lagi.

Aku sendiri pernah selingkuh tapi hanya sebatas selingkuh perasaan. Wajarlah kalau aku tertarik kalo ketemu cowok ganteng, mapan, pinter pula. Tapi aku sadar aku sudah memiliki, jadi aku tidak mungkin lagi untuk mengejar cinta yang lain.

Selingkuh perasaan bisa menjadi selingkuh fisik jika tidak dikendalikan dengan baik.
Ingat, selingkuh (dalam hal ini fisik) akan membuat kamu menyesal di kemudian hari.
(kecuali kalo selingkuhnya nggak ketauan, lain lagi urusannya)

Bagi kamu yang punya niat selingkuh, segera urungkan niat kamu. Bagi yang sedang selingkuh, segera akhiri perselingkuhan kamu sekarang! Bagi yang pernah selingkuh, tolong jangan ulangi lagi perbuatan itu.

Bagi kamu yang ingin menjadi selingkuhan, segera urungkan niat mu, karena kamu akan menyakiti sebuah hati yang tidak tau apa-apa. Bagi kamu yang sedang menjadi selingkuhan, segeralah mundur, sebab kalau dilanjutkan, semua akan berakhir berantakan. Jangan sampai kamu menjadi penyebab berakhirnya sebuah hubungan. Bagi kamu yang pernah menjadi selingkuhan, sebaiknya jangan ulangi lagi. Apalagi menjadi selingkuhan pacar teman sendiri.

Hidup anti selingkuh & anti jadi selingkuhan!

(tapi kalau kamu menjadi selingkuhan tanpa sepengetahuan kamu, ya sudah, terima nasib sajah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar